A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/hs.php

Line Number: 342

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/hs.php

Line Number: 354

Teman Politik - Mayoritas Komisi III DPR RI Sepakat, Komjen Listyo Bisa Membawa Perubahan Di Tubuh Polri

Mayoritas Komisi III DPR RI Sepakat, Komjen Listyo Bisa Membawa Perubahan Di Tubuh Polri

Mayoritas anggota Komisi III DPR merespons positif keputusan Presiden Jokowi menyodorkan nama Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal kapolri yang akan menggantikan Jenderal Idham Azis. Komjen Listyo dinilai memiliki kapasitas, kapabilitas, dan integritas, sehingga dinilai layak memimpin Korps Bhayangkara.

Kontributor

Dicky Machruzar

20 Januari 2021
20:18 PM

Komjen Listyo Sigit Akhirnya Disetujui Oleh Komisi 3 DPR RI Untuk Menjadi Kapolri. Setelah Melalui Proses Yang Telah Dijalankan Untuk Melakukan Uji Kelayakan Dan Kepatutan Akhirnya DPR RI Memberikan Pendapatnya Sehingga Lahirlah Suatu Kesimpulan Di Mana Komisaris Jenderal Listyo Sigit Disetujui Untuk Menjadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia.

 

Fraksi Yang Menyetujui Komnjen Menjadi Kapolri Adalah Sebagai Berikut : PDIP, Golkar, Gerindra, PKB, Demokrat, PKS, PAN, PPP Dan NasDem.

 

Ketua Komisi III Herman Hery Kemudian Membacakan Keputusan Rapat Yakni

 

“Berdasarkan Pandangan Dan Catatan Fraksi, Pimpinan Dan Anggota Komisi III Secara Mufakat Menyetujui Pemberhentian Dengan Hormat Dari Jabatan Kapolri Atas Nama Jenderal Idham Azis Dan Menyetujui Pengangkatan Komjen Listyo Sigit Prabowo Sebagai Kapolri. Selanjutnya Ditetapkan Dalam Rapat Paripurna Terdekat Dan Akan Diproses Sesuai Peraturan Perundang-Undangan,” Kata Herman.

 

Herman Hery juga menilai Listyo Sigit merupakan figur reformatif di institusi Polri sehingga dirinya berharap mantan Ajudan Presiden Jokowi itu bisa membawa pembaharuan di Polri dan mengakomodasi semua pihak khususnya di internal Korps Bhayangkara. 

 

Herman berharap Listyo dapat melakukan langkah-langkah terobosan bagi perbaikan kinerja Polri dan bisa merangkul kalangan senior-junior di Polri dengan mempersatukan serta mensolidkan institusi tersebut.

 

Senada, Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni menilai Presiden Jokowi telah mempertimbangkan aspek profesionalisme dalam menunjuk Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri.

 

Karena itu menurut Ahmad Sahroni, ketika Presiden Jokowi menunjuk Listyo Sigit, maka Partai Golkar sebagai partai pendukung pemerintah, akan mendukung semua kebijakan atau keputusan yang diambil Presiden Jokowi, terutama terkait calon Kapolri. 

 

Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi PAN Pangeran Khairul Saleh mengatakan fraksinya mendukung penuh siapa pun pilihan Presiden Jokowi terkait calon kapolri karena diyakini terbaik untuk bangsa dan negara.

 

Calon Kapolri yang ditunjuk Presiden merupakan putra terbaik di Kepolisian dan menjadi harapan bisa memimpin Kepolisian sesuai dengan harapan masyarakat.

 

Khairul Saleh berharap calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo konsisten menjalankan prinsip Profesional, Modern, dan Terpercaya (Promoter) ketika menjalankan tugas memimpin institusi Kepolisian.

 

Penunjukan Komjen Listyo tersebut juga menunjukkan bahwa Presiden Jokowi telah membuktikan institusi Polri adalah lembaga yang inklusif dan tidak memilih pimpinan berdasarkan ras atau agama.

 

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKB Jazilul Fawaid dirinya mengenal Listyo Sigit sebagai jenderal di kepolisian yang memiliki prestasi dan secara pribadi orangnya "kalem" sehingga diyakininya DPR akan menerima nama calon Kapolri yang diusulkan Presiden Jokowi.

 

Ia juga berharap Listyo Sigit tetap menunjukkan pribadi yang lembut, bijaksana, dan juga berkomunikasi dengan setiap lapisan masyarakat agar dapat mendukung kinerja yang bersangkutan memimpin Polri.

 

Wakil Ketua Umum DPP PKB itu mengatakan, bagi masyarakat yang masih mempersoalkan agama yang dianut Listyo Sigit, Indonesia sebagai negara Pancasila, semua warga negara memiliki hak dan kedudukan yang sama di hadapan hukum.

 

Dia menegaskan, jangan jadikan agama sebagai sumber masalah. Namun gunakan agama sebagai sumber persatuan, kesatuan dan kerukunan. 

 

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan fraksinya menghormati keputusan Presiden Jokowi yang mengajukan Listyo Sigit.

 

Menurut dia, Listyo merupakan putra terbaik Polri, memiliki banyak prestasi, dan tidak pernah ada masalah signifikan dalam perjalanan karirnya.

 

Ia juga meyakini Listyo merupakan sosok yang mampu mengayomi semua golongan dan diyakininya mampu melanjutkan reformasi Kepolisian yang saat ini sedang berjalan.

 

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto mengatakan fraksinya menilai pengusulan calon kapolri merupakan hak prerogatif Presiden.

 

Namun, idealnya Presiden punya pertimbangan dan rencana besar ke depan terkait dengan pengusulan tersebut dalam persepektif manajerial Polri baik penataan kelembagaan, penataan SDM dan juga terkait dengan tugas serta tanggung jawab Polri.

 

Didik mengatakan secara umum dirinya percaya bahwa siapa pun Perwira Tinggi Polri yang diusulkan Presiden semestinya adalah bagian dari sosok yang dianggap mumpuni dan mampu oleh Presiden.

 

Komisi III DPR sudah menjanjikan bahwa uji kelayakan akan dilakukan secara tersebut sehingga masyarakat bisa menilai bagaimana kemampuan Listyo Sigit yang sebenarnya ketika menjabarkan visi-misinya ketika memimpin Polri dan menjawab pertanyaan para anggota Komisi III DPR RI.

 

Selain itu anggota Komisi III DPR RI pun diharapkan dapat menggali lebih jauh terkait langkah terobosan apa yang akan dilakukan Listyo Sigit bagi Polri di tengah kritikan masyarakat terhadap kinerja Kepolisian khususnya dalam penegakan hukum dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia dalam menjalankan tugasnya.

 

Lima nama calon Kapolri yang usulkan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) merupakan putra-putra terbaik Korps Bhayangkara.

 

 

Selanjutnya Proses Ini Akan Berkelanjutan Dengan Mengirimkan Surat Ke Pimpinan DPR Untuk Kemudian Surat Tersebut Akan Diteruskan Dalam Proses Rapat Paripurna.(Mac)